Telah kesekian kalinya aku berusaha untuk berangkat sekolah lebih awal tapi tetap saja… menyebalkan memang harus terjebak macet tiap harinya namun inilah salah satu kewajibanku sebagai pelajar yang memilih sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggalku.
Begitu juga sesampainya disekolah. Aku harus selalu di sibukkan dengan tugas yang tak terhingga. Apalagi mulai saat ini aku harus mengikuti Bimbingan Belajar di sekolah karena memang ku akui nilaiku di bawah standar.
“Pulang sore lagi, pulang sore lagi. Padahal tubuhku merasa lelah sekali” keluhku kepada Dua orang Sahabatku,Ella dan Utami.
”Mau bagaimana lagi? inilah kewajiban kita sebagai seorang pelajar” sahut Ella di sertai anggukan Utami. Lama sekali ku rasa waktu berputar. Dan ketika jam sekolah berakhir. Begitu hendak keluar kelas HandPhone ku berdering.
Fathya hari ini kamu kerumah ya !!! ada acara perpisahan.
Esok Andre akan ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya
“Linda”
“Aduh... mengapa Linda baru memberitahukan aku sekarang? Padahal waktunya sudah tak dapat terkejar. Kalau ku tinggalkan Bimbingan Belajar ini??? Ah...” keluhku seraya melemparkan kaleng bekas minuman yang ada ditanganku.
Aku ingin sekali menemui Andre yang merupakan orang yang paling aku sayang. Tapi Bimbingan Belajarku juga teramat penting dalam kehidupanku. Aku bingung dengan apa yang mesti aku lakukan.
*****
Setelah shalat Shubuh aku memulai aktifitasku seperti biasanya. Cahaya matahari sudah mulai meninggi dan sudah mulai terasa panasnya. Saat jam pelajaran di mulai HandPhone ku bergetar.
”Fathya handphonemu ada yang menghubungi” bisik Utami.
”Biarkan saja karena jika ketahuan oleh Guru maka urusannya bisa makin panjang” jawabku dengan wajah yang sok memperhatikan pelajaran. Padahal pikiranku entah jauh melayang kemana. Aku ingin cepat-cepat mengetahui bahwa siapa yang menghubungiku sedari tadi. Lonceng istirahat berbunyi dengan segera mungkin aku mengambil Handphone ku. Rasa penasaran menyelimuti pikiranku karena ku lihat terdapat 20 panggilan tak terjawab...
”Cie....banyak penggemar nih. Jadi selebritis dadakan ceritanya?” ejek Ella dengan wajah penuh canda. Aku Cuma tersenyum malu mendengar ucapan Ella dan kulihat ”Andre” satu-satunya nama yang tercantum dalam panggilan tak terjawabku.
Hatiku berdesir, rasa penasaran makin mengguncang di pikirku bahwa ada keperluan apa Andre menghubungiku. Adakah hal penting yang hendak dia sampaikan?
Aku kemudian dengan segera menghubungi Andre. Seharian ini kuhabiskan waktu dan pulsa ku Cuma untuk menemani Andre meskipun Cuma lewat pesan singkat.
Hingga beberapa hari kemudian
*****
”Bagaimana hubungan mu dengan Andre??? Apa baik-baik?” tanya Ella. “haaa??? Hubungan apa??!” tanyaku dengan nada heran.
“Jangan kau tutupi begitu! Kami sudah tahu kok kalau kamu lagi dekat dengan Andre! Buktinya Andre tak ada henti dan lupanya buat memberitahukanmu kabar dan kondisinya disana. Padahal kau bukan siapa-siapanya!! Kecuali diantara kalian terlibat main hati.” tambah Utami disertai anggukan Ella.
Aku Cuma dapat diam dan memikirkan perkataan Utami. Karena sudah dari kemarin Andre belum memberi kabar padaku tentang keadaannya. Apakah aku bersalah padanya?
Hari ini tubuhku terasa lemah tak berdaya. Ketika aku hendak masuk kelas tiba-tiba pandanganku terasa hampa dan kepalaku terasa pusing tak terhingga. Akhirnya aku tak sadarkan diri.
”Dimana aku dan apa yang terjadi kepadaku?” tanyaku kepada Ella. ”kamu tadi tiba-tiba pingsan dan sekarang kita di UKS.” jawab Ella sambil mengambilkan obat yang harus aku minum.
”kamu sakit? Mengapa paksakan diri untuk sekolah?Kami cemas memikirkanmu”
Tambah Utami yang duduk dihadapanku.
Apa yang terjadi padaku? Tak seperti biasanya aku begini.
”bagaimana jika pulang sekolah kita ke Dokter buat memeriksakan keadaanmu” ajak Ella. Aku hanya mengangguk saja sebagai pertanda setuju.
Setelah diperiksa Dokter memberitahu bahwa aku harus mengontrol emosi
dan jangan sampai aku depresi. Aku hanya diberi vitamin.
*****
Beberapa hari ini staminaku menurun. Jadi aku harus di istirahatkan dari berbagai aktifitasku.Sepi rasanya aku ditinggal sendiri saat Ella dan Utami yang merupakan teman satu kontrakan ku dan juga sahabat baikku di sekolah berangkat kesekolah.apalagi Andre tak menghubungiku. Beribu-ribu pertanyaan mulai muncul di benakku. Tiba-tiba air mataku menetes. Muncullah kerinduan yang tak pernah bisa ku ungkapkan.”Apa ini? Perasaan apa yang ku rasa?” tanyaku dalam hati.
Semakin hari kerinduan ini semakin tak terhenti.mengapa perasaan ini tumbuh ketika aku dan Andre terpisah jarak dan waktu. Aku semakin tak mengerti tentang yang terjadi. Tentang rasa yang aku miliki.
Ketika getar cinta meruntuhkan jiwa yang membatu
Meluluhkan rasa yang membeku
Menghapus lara yang melanda
Ku ingin kau tetap disisi
Memberi keteduhan walau hanya dengan derai senyummu
Dengan bisik lembutmu
Dengan dekapan hangatmu
Aku merindumu seperti kemarau merindukan hujan
Aku mendambamu seperti seperti gelap mendamba bulan.
Jika saja dapat ku sampaikan cinta ini lewat hembusan angin
Kuingin kau tahu betapa dalam cintaku
Jika saja dapat ku ukir namamu dalam hati
ku ingin kau tahu bahwa engkau yang aku mau.
Semuanya buatku berfikir keras,membuat bayangan ku hampa dan gelap
Dan aku kembali tak sadarkan diri.
*****
”Fathya. Kamu sudah sadar?telah beberapa hari kami menungguimu. Kami cemas dengan kondisimu. Orang tuamu telah mempercayakan kamu pada kami. Jadi jika terjadi sesuatu padamu tidak hanya kami melainkan orangtuamu juga akan menyalahkan, bisa lain ceritanya”kata Ella dengan wajah cemas.
” kamu sendirian? Dimana Utami?dan diman kita sekarang?”tanyaku sambil memperjelas penglihatanku dan tanpa memperdulikan apa yang tadi Ella katakan.
”Utami keruang dokter ingin menanyakan kondisimu sekalian ia hendak ke kantin membelikan makanan untuk kita, tentunya kau sudah lapar bukan?dan saat ini kita berada di Rumah Sakit tempat praktek dokter pribadi keluargamu.”jawab Ella.
Tiba-tiba Utami datang sambil menangis namun begitu melihatku ia berusaha menghapus air matanya.Aku tak mengerti,Aku merasa ada yang mereka sembunyikan dariku tapi apa itu?.
Di ufuk timur terlihat emas padu yang mulai bercahaya diiringi kicau burung di loteng rumah. Hari ini aku mulai bersekolah lagi.Karena ku rasa aku telah cukup lama tak mengenal kehidupan di luar sana.
Ketika di sekolah, ku lihat teman-temanku kurasa ada yang berbeda.
”banyak anak baru ya?” tanyaku pada ella
“kenapa?”jawab ella. Namun aku tak menjawab. Lidahku terasa Kelu untuk berkata.
Aku pusing, ku merasa Di antara mereka ada yang tak aku kenal dan aku.......aku lupa hari ini tanggal berapa,bulan apa dan hari apa, tapi ini tak terlalu ku fikirkan karena menurut Utami ini hal yang biasa karena aku telah lama tak sadarkan diri. Tapi ini membebaniku.
Aku lupa pada pelajaran yang sebenarnya kurasa aku bisa.
Ketika pulang aku tak tahu arah mana yang harus aku tuju untuk sampai kerumah. Semua ini makin membebaniku dan membuatku memutar otak ku dengan keras, serta memaksa aku untuk mengingat semua. .akibat ini semua akhirnya aku kembali tak sadarkan diri bahkan ini lebih lama.
Setelah ku tersadar aku merasa telah melewati hari begitu panjang. Ku merasa aku baru dapat melihat dunia dan tak ada ingatan yang ku ketahui selain kedua sahabatku dan orang tuaku. Aku semakin tak mengerti keadaan.aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku harus menemui dokter yang menanganiku untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku, aku keluar ruangan tempat aku dirawat dan aku berjalan menuju ruang dokter.
”dok,apa yang sebenarnya aku alami?mengapa aku tak dapat mengingat hal yang seharusnya ku ingat,apa aku tak boleh mengetahui tentang diriku sendiri?”tanyaku dengan air mata berlinang.
Dalam hatiku aku bertekad apapun jawabannya aku akan menerima semua dengan keikhlasan dalam jiwa namun Begitu ku dengar perkataan dokter semakin membuat air mata ini tak henti mengalir.
Kamu tak akan bisa mengingat apa yang kamu alami sebelum ini.
Kamu tak akan bisa mengingat apa dan siapa yang ada disekelilingmu
Saat kau terbangun dari tidurmu tiap harinya kau akan merasa asing.
Ingatan dan mentalmu akan mati sebelum jasadmu
Jadi sebaiknya kau mempersiapkan diri
Perkataan ini selalu membayang di benakku.
Apalagi saat aku tahu tak ada cara dan tak ada harapan untukku sembuh
Biarpun dengan jalan operasi.namun ini harus ku terima dengan lapang dada karena inilah takdir yang harus aku jalani.
Hanya beberapa obat yang membantuku memperlambat semua.
*****
Fajar ditutupi kabut tebal,awan terlihat tak bersinar udara dingin terasa menusuk tulang.selesai shalat shubuh aku keteras ditemani secangkir cappuccino hangat kesukaanku.
”tidak sekolah kamu hari ini?” tanya Utami selagi mempersiapkan sepatu sekolahnya.
”jangan. Biarkan saja fathya beristirahat dahulu” jawab Ella sebelum sempat aku menjawabnya. Aku Cuma diam karena memang aku tak ingat apa yang aku almi sebelum ini.
”jaga rumah baik-baik! Kalau ada apa-apa segera menelpon kita!” pesan Ella sebelum dia berangkat sekolah.
Saat semua telah berangkat sekolah. Aku tak diperbolehkan untuk keluar rumah. tiba-tiba bel berbunyi
”assalamualikum....” seorang pria berdiri di muka pintu
“wa alaikumsalam...”sahutku sambil membukakan pintu
”maaf anda siapa dan mencari siapa ya?”tambahku
“Fathya apa kamu sudah tak ingat denganku?”katanya seraya tersenyum.
“siapa ya?”tanyaku sambil menatapnya dan berusaha ingat siapa dia.
“keterlaluan kamu fathya. ini aku Andre. Baru 6 bulan aku pergi, kau sudah berlagak tak ingat.tega sekali kau”katanya memperjelasku.
Aku.... apa yang terjadi mengapa aku tak tahu siapa dia padahal hati ini merasa tak asing namun sungguh aku tak ingat dengannya.
Meskipun begitu aku mempersilahkan dia masuk dan duduk.
Saat aku berbicara dengannya,perasaan ku merasa ada yang beda.
Entah mengapa jantungku berdetak kencang ketika ku mendengar gema suaranya. Mataku tak mau berkelip saat kutatap tampan wajahnya. Timbul rasa yang berbeda dalam diriku, perasaan yang membuat aku merasa hidup dalam dunia khayal,ingin ku cari kepastian namun tak ada jawaban yang dapat membantuku mengingat semua yang ada dibenakku..
aku berusaha mengingat akan dirinya namun tak bisa akhirnya aku kembali tak sadarkan diri.Diantara lelapnya aku terdengar suara yang sepertinya tak asing bagiku.
Mengingatkan aku akan semua....semua yang kulalui.’Ku dengar percakapan antara Ella dan Andre.
“Tolonglah Andre,aku mohon padamu. Lakukan itu demi aku”pinta Ella.
”tapi aku tak bisa.ia ku anggap seperti adikku sendiri. Tak kurang dan tak lebih” bantah Andre.
”andre tolonglah aku, kau tidak mengerti dengan kondisi yang mesti fathya hadapi, bahagiakan dia di sisa akhir hidupnya”bujuk Ella
”kalau aku tak mau apa yang akan kau lakukan”tanya Andre,
”ini soal perasaan,” tambahnya.....
Mereka berdua bersitegang .
Hatiku berkata bahwa Aku tak ingin jika Andre mencintaiku hanya karena paksaan Ella atau karena rasa iba dan bukanlah cinta yang sebenarnya.
Semua ini menorehkan luka untukku.
Salahkah aku ???
Tlah mencintaimu
padahal kau tak begitu
salahkah aku
trus mengharapkan cintamu
meski ku tahu
semua Cuma semu
salahkah aku
untuk bermimpi disisimu
padahal engkau bukan milikku
Aku hanya mampu membisu...menahan semua lara yang berkecambuk dalam jiwa.
Apa aku salah tlah mencintainya? Mungkin memang tak pantas ku berharap kepada orang seperti dia karena ku tahu bahwa ini akan sia-sia. Aku merasa buat apa aku terlahir jika buat mendapatkan cinta saja aku tak bisa.
*****
Pagi telah menjelang
Dengan langit cerah tiada awan dusta
Secercah hatiku menyambut mentari dengan senyum cahyanya
Sejuta harapan ikut bersamanya
Menghiasi bumi
Tebarkan benih-benih cinta dalam jiwa
Sambutlah semuanya dengan senyum keceriaan
Berikan pesona pada dunia
Untuk mu
Fathya cintaku
Sebait puisi tertera dalam selembar kertas. Namun pada saatnya terlihat nota yang tertanggal yang merupakan sekilas perasaan ku yang ku tulis menjadi catatan kecil. Aku tahu Bukan aku yang dia cintai dan bukan aku yang dia harapkan tuk jadi pendamping hidupnya. ku fikir semua Cuma palsu...
Namun saat ku tatap dalam matanya aku melihat suatu yang beda. Yang benar-benar membuat hatiku mendera.
apakah ini kenyataannya cinta?atau......
ku fikir cinta dan iba hanya memiliki sedikit kapasitas yang berbeda. Sehingga banyak orang sulit menafsirkannya.
Aku semakin tak mengerti ku coba hindari...
”ANDRE” nama yang tertera namun sulit untukku menghadirkannya dalm lembar khayalku. Semuanya terasa hampa.
Seandainya pun dia hadir mungkin sulit bagiku mengenalinya. Dan tiba-tiba...
”pagi sayangku...”kata seorang pria seraya membawakan sarapan untukku.
”kamu siapa?dan...?”tanyaku heran karena memang aku tak ingat siapa dia
”aku kekasihmu...mulailah hari,dan segeralah mempersiapkan diri. .aku ingin membahagiakanmu hari ini.”katanya sambil meninggalkan aku sendiri.
Aku masih tak mengerti.tapi ku coba buat jalani hari ini. Hari yang membuat ku benar-benar merasakan cinta meskipun aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan dia.
”kamu siapa” tanyaku saat kami sedang berdua .
”Andre” jawabnya singkat.
Inikah Andre sang pemilik hatiku. Namun apa yang aku tulis dicatatan ku berbeda dengan yang aku rasa.. dia mampu memberikan aku sejuta cinta yang ku rasa sebelumnya belum pernah aku alami. Indahnya dunia ku rasa. Andai dapat ku buat detik tak bertambah. Walau tak ada kata ini semua terasa surga.
Saat benar-benar dalam keadaan bahagia tiba-tiba pikiranku terbayang pada sosok seseorang yang rasanya pernah aku lihat dan perkataanya pernah aku dengar...
”Dokter” kataku refleks...”ada apa sayang???” tanya Andre merasa heran.
”tidak ada apa-apa. aku hanya ingin mengatakan dan meminta sesuatu padamu”kataku sesaat setelah pikiranku teringat akan perkataan Dokter yang menangani penyakitku. ”katakanlah....”katanya dengan nada penuh tanya.
”aku mencintaimu dan ku tunggu cintamu dibatas senjaku” jawabku dengan menahan air mata dan tiada ku mampu menahan semua rasa.
”maksudmu????”tanyanya heran.
”Andre ku ingin kau tersenyum lebih indah untuk hari ini,tersenyumlah seindah mentari yang akan menyambut terbitnya sang penguasa malam. Ku ingin dipelukmu,meski Cuma sesaat saja. ku ingin kau ceritakan semua kisah dibalik romansa cinta kita. Ku ingin ingat semua yang ada. Aku pasti bisa.” lirihku...
”fathya jangan minta yang aneh-aneh..hari telah sore sebaiknya kita pulang. Aku tak ingin kau sakit lagi” jawabnya seraya menarik tanganku.
”sebentar saja!!! Setidaknya sampai matahari dibatas senja..karena ku ingin melihat indahnya.”kataku memohon.
”Aku mencintaimu”kata Andre. Kemudian Ku di dekapnya dengan hangat...ku dengar ceritanya dengan suka cita...ku ingat semua kenangan indah dan ku lihat para bidadari menyambutku...menyambutku dengan penuh senyuman. Dan inilah saatnya ku menutup mata saat ku dipeluknya mesra,,,saat dibatas senja........................
meskipun cintaku hanya di batas senja
namun jiwaku hidup disetiap jiwa pembaca
********

Tidak ada komentar:
Posting Komentar